Epidermolisis bulosa merupakan penyakit langka yang akan membuat kulit melepuh dan rapuh. Adanya lepuhan ini digambarkan sebagai respon akibat adanya cidera ringan, baik itu berasal dari goresan, gosoan, pita perekat, panas, dan sebagainya. Tak menutup kemungkinan bahwa pelepuhan juga akan terjadi pada selaput perut dan mulut anda. Selain itu, ternyata umumnya penyakit ini merupakan penyakit genetik/keturunan. Oleh karena itu, penyakit ini tidak akan sembuh hanya dengan menggunakan obat oles saja. Sebab penyakit ini tidak dapat diobati walaupun pasien akan merasa baikan setelah usia bertambah. Biasanya pasien hanya akan melakukan perawatan agar mencegah pelepuhan yang baru. Cukup ekstrim bukan? Makanya yuk intip beberapa gejala epidermolisis bulosa yang dapat kamu deteksi sejak dini agar dokter mampu melakukan penanganan dan pencegahan yang lebih baik sebelum terlambat.

Menurut kutipan dari laman sehatq.com, penyakit ini terjadi akibat adanya satu atau lebih mutasi gen, yang mana setidaknya ada 20 gen yang berbeda. Timbulnya gejala epidermolisis bulosa sebenarnya bervariasi didasarkan atas jenisnya. Namun di bawah ini ada beberapa pertanda yang dapat kamu perhatikan, antara lain.

  1. Kulit seperti menipis (bekas luka atrofi).
  2. Kuku yang tidak terbentuk dan tebal.
  3. Kuli terasa menyakitkan dan gatal.
  4. Munculnya masalah gigi, contoh adanya kerusakan gigi yang diakibatkan oleh enamel yang terbentuk ternyata buruk.
  5. Timbul lepuhan di dalam tenggorokan dan mulut.
  6. Kulit mengalami kerapuhan dan mudah lecet, khusunya bagian kaki dan tangan.
  7. Mengalami kesulitan dalam menelan (disfagia).
  8. Terjadi penebalan kulit pada daerah telapak kaki dan telapak tangan.
  9. Adanya jerawat atau benjolan pada kulit yang putih dan kecil (milia).
  10. Kulit kepala mengalami pelepuhan, serta timbul rambut rontok (alopecia parut) dan jaringan parut.
READ  Gejala dan Penyebab Distonia yang Perlu Disadari Sebelum Terlambat

Setelah mengetahui gejala epidermolisis bulosa di atas, maka kita perlu tahu bagaimana cara melakukan pencegahan timbulnya penyakit tersebut. Yang perlu dilakukan ialah mencegah adanya infeki dan lecet pada anak sebab sangat sulit untu mencegah secara keseluruhan. Apa saja? Berikut penjelasannya sesuai kutipan pada halodoc.com.

  1. Menutupi permukaan keras yang menjadi alasnya disekitar anak. Contohnya memberikan alas kursi mobil dengan menggunakan selimut yang lembut dan tebal. Anda juga dapat memberikan alas handuk tebal pada bak mandi.
  2. Kelembaban kulit harus tetap terjaga. Anda dapat memakai pelembab kulit, misalnya petroleum jelly.
  3. Pasien yang masih anak-anak sebaiknya dirawat dengan baik dan lembut. Posisikan mereka di atas bahan yang lembut, contohnya kapas. Seringlah menggendong mereka dan memeluknya. Cara menggendongnya pun juga harus berhati-hati. Jangan menggendong dan mengangkat mereka dari bawah lengan. Jadi sebaiknya angkat mereka dimulai dari bawah leher dan bawah bokong.
  4. Memakai pakaian berbahan lembut pada anak. Usahakan pakaian tersebut mudah dilepas dan dipasangkan.
  5. Memperhatikan area popok pada anak. Apabila anda ingin memakaikannya popok maka dianjurkan untuk melepaskan pita elastis. Anda dapat melapisi popok dengan jel atau losion anti-lengket. Sebaiknya hindari penggunaan tisu pembersih.
  6. Ketika anak tumbuh maka ia cenderung aktif dan ingin melakukan segala aktifitas. Oleh karena itu sitimulasikan mereka untuk melakukan kegiatan yang tidak mengakibatkan cidera kulit.Contohnya olahraga berenang. Tak hanya itu, lindungi mereka dengan memilihkan pakaian lengan panjang untuk aktivitas luar ruangan.
  7. Mengupayakan lingkungan rumah agar tetap sejuk. Anda dapat mengatur termostatnya sehingga suhu rumah stabil dan tetap sejuk.
  8. Mencegah terjadinya goresan di kulit dengan memotong kuku anak secara rutin. Jika perlu, anda dapat memakaikan sarung tangan disaat anak masih tidur agar terhindar dari infeksi dan goresan.
READ  Kenali Pantangan Maag Agar Tidak Kambuh Saat Sibuk!

Demikian penjelasan mengenai gejala dan pencegahan yang dapat dilakukan untuk menghadapi penyakit ini. Berhati-hatilah serta jaga kesehatan anda dan keluarga.

 

sumber gambar: halodoc.com