Epididimitis merupakan penyakit yang umumnya dialami oleh pria berusia 14 dan 35 tahun. Penyakit ini menyerang alat reproduksi pria, khususnya bagian organ testis dan epididimis. Penyebab utama datangnya penyakit ini kebanyakan berdasarkan ada penyakit menular seksual dan infeksi bakteri. Bakteri akan bergerak melewati prostat, uretra, vas deferens, hingga sampai ke epididimis. Contoh spesies bakterinya antara lain neisseria gonorrhea, chlamydia, dan trachomatis. Namun apabila penyakit ini diderita oleh pria yang memiliki usia di atas 39 tahun, penyebab utamanya kemungkinan ialah bakteri escheria coli. Tak hanya itu, penyakit ini juga dapat terjadi akibat adanya infeksi pada saluran kemih. Bagaimana dengan jamur? Jamur sangat jarang menjadi penyebab penyakit ini, khususnya Mycobacterium spp. Sebelum anda mencari tahu mengenai cara mengobati epididimitis, anda sebaiknya mengenal diagnosis untuk identifikasi benar tidaknya seseorang menderita penyakit ini.

Berdasarkan penelusuran dari laman sehatq.com, dalam pemeriksaan diagnosis kepada pasien, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengecek keadaan epididimis untuk mengetahui ada tidaknya pembengkakan testis, pembengkakan getah bening yang ada di sekitar selangkangan, bahkan cairan yang tidak wajar ditemukan keluar dari penis. Selain itu, dokter akan melakukan rangkaian pemeriksaan lain, yaitu:

  1. Kultur uretra.
  2. Pemeriksaan pencitraan, bertujuan untuk mengecek ada tidaknya penyakit lain yang menyebabkan gejala epididimis. Caranya dengan melihat rincian gambar memanfaatkan USG testis.
  3. Rectal exam, bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pembesaran prostat akibat adanya infeksi.
  4. Pemeriksaan MRI atau CT Scan ditujukan untuk penentuan kesehatan pasien dengan gejala penyakit yang sama. Contohnya hernia, abses testis, gangren testis, dan hidrokel.
  5. Tes darah, bermanfaat untuk penghitungan jumlah sel darah dalam tubuh agar mengetahui ada tidaknya infeksi.
  6. Pemeriksaan dubur, untuk mengetahui apakah ada atau tidaknya pembesaran prostat.
  7. Memanfaatkan sampel urine untuk uji urinalisis dan kultur urine. Uji sampel ini bertujuan untuk melihat infeksi menular seksual atau infeksi pada saluran kemih.
READ  Mengulik Penyebab Epidermolisis Bulosa Yang Dapat Mengancam Anda

Prinsip cara mengobati epididimitis ialah untuk meredakan dan memulihkan penyebab infeksinta. Salah satu caranya ialah dengan memberikan antibiotik, baik itu dengan suntikan, infus, ataupun pil. Pemberian antibiotik ini dibedakan menjadi dua golongan menurut dokter. Hal ini karena pada dasarnya pasien mengalami infeksi yang disebabkan oleh lebih dari dua jenis organisme. Apabila anda laki-laki yang berusia kurang dari 39 tahun dan menderita penyakit ini, dokter telah menyarankan beberapa obat yang dapat dikonsumsi, meliputi:

  1. Doxycycline
  2. Levofloxacin
  3. Antibiotik ceftriaxone, ada beberapa bentuk baik itu azithromycin, infus, dan injeksi.

Jenis antibiotik di atas umumnya diminum selama 1 – 2 minggu berturut-turut. Namun bagi anda yang memiliki usia lebih dari 38 tahun dan aktif secara seksual maka dokter menyarankan untuk meminum obat ciprofloxacin, trimethoprim, dan sulfamethoxazole. Dikutip dari alodokter.com, rasa nyeri pada skrotum yang diderita oleh pasien juga dapat dikurangi dengan mengonsumsi ibuprofen oleh dokter. Bagi anda yang ingin mencoba, ternyata ada cara lain yang dapat meminimalisir gejala epididimis bersumber dari honestdocs.id, antara lain sebagai berikut.

  1. Beristirahat yang cukup
  2. Meminum banyak cairan
  3. Mengonsumsi obat anti-inflamasi agar rasa sakit teratasi
  4. Mengangkat skrotum dengan pembedahan
READ  Kenali Pantangan Maag Agar Tidak Kambuh Saat Sibuk!

Selain beberapa saran obat di atas, cara mengobati epididimitis yang umumnya dilakukan oleh pasien ialah dengan memakan obat penghilang nyeri atau mengompres alat reproduksi dengan air dingin. Akan tetapi sebelum di kompres, pasien harus menggunakan celana dalam yang mendukung (celana cawat olahraga). Bahkan dokter juga menyarankan untuk melakukan pembedahan apabila muncul nanah. Bagaimana cara mencegah penyakit ini? Sebaiknya anda melakukan hubungan seksual yang aman agar tidak terkena penyakit infeksi menular (PMS) sehingga memicu timbulnya penyakit epididimitis.

 

sumber gambar: halodoc.com